BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Finding Nyman

2 Komentar

dari internet, lupa websitenya

Sedikit cerita ringan di hari libur. Kejadiannya sudah agak lama berselang, ketika suatu hari memulai kerja hanya bermodal rasa saling percaya. Pagi itu saya menerima telefon dari private number.

“Hallo… Is this Sabai? I’m Nyman Sackleton. I got your phone number from an Indonesian colleague. I need a female interpreter who speaks fluent English and Javanese. Could you go to Lamongan with me to interview Amrozi’s family? Tell me your email address so I can send you the detail and a ticket.”

Saya langsung mengiyakan, jarang-jarang ada yang butuh fixer perempuan yang bisa bahasa Jawa, plus pengin tau juga sosok yang membesarkan 2 dari 3 Bali bombers. Berangkatlah saya ke bandara Soekarno Hatta.

Sampe di bandara saya bengong… saya baru ngeh kalo saya belum tahu kali ini diminta kerja sama media mana, akan tinggal di Lamongan berapa hari, dibayar berapa dan -paling parah- nggak tau bentuknya pak Nyman ini seperti apa!

Pokoknya saya jalan dulu, diberi tahu akan ketemu Nyman di international arrival bandara dan semua bisa diomongin. Jadi modalnya saling percaya aja. Tugas berikutnya: finding Nyman.

Di counter check-in dengan sabar saya liatin satu persatu penumpang pria bule yg dandanannya mirip wartawan. Ada satu penumpang yg gayanya wartawan banget dan ganteng, mirip George Clooney tapi 10 th lebih muda, pake t-shirt putih dan celana cargo warna khaki dengan back pack besar, kamera foto profesional. Asli keren dan ganteng! Mudah-mudahan itu Nyman! Omigod… I really wish it was him 🙂

HP saya bunyi, ada telfon dari ‘private number’ yang langsung saya jawab. Sementara saya lagi jawab telfon, si ganteng itu melenggang pergi. Ternyata telfon dari Nyman, dia bilang dia sudah di executive lounge, memakai kaos biru. Duh… bukan si ganteng itu dong…

Oke, saya beranjak ke lounge… dan entah kenapa saya mikir gini, “Jangan-jangan pak Nyman ini orangnya udah tua, botak lagi…” Hehehehe… no offense, tapi pikiran itu muncul begitu aja.

Daaaaan… BENAR! Ternyata orangnya tinggi, badannya gede banget, umur 50an thn dan botak… Huhuhu… entah firasat dari mana, kok ya cocok. Lalu, kemana pria ganteng di counter check in itu tadi ya?

 

 

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

2 thoughts on “Finding Nyman

  1. hahahaha…pria ganteng ber t-shirt putih itu namanya nyoman, beda o doank, dia cm transit di bandara, huahahaha…..

    eh tapi hebat ya, cuma dengan modal ditelepon, dr private number pula, trus mau aja gitu jalan (dan percaya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s