BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Isu Pencekalan Film = Biar Laris?

Tinggalkan komentar

balibo movie

Hanya dalam rentang 2 bulan, sekali lagi soal pencekalan meruap seiring dengan beredarnya sebuah film. Setelah 2012 dan Balibo, kini Suster Keramas yang ditanggapi riuh oleh MUI. Dari tiga judul film itu, sebenarnya hanya Balibo yang benar-benar dilarang penayangannya. Jiffest membatalkan pemutarannya, meski dvd-nya sudah terlanjur beredar dan beberapa komunitas segera membuat acara nonton bareng yang dipadati pengunjung.

Sementara 2012 dan Suster Keramas tetap melenggang aman di layar-layar bioskop, malah semakin ramai peminatnya. Film 2012 malah lalu super laris tiket bioskopnya, antrian panjang selalu terjadi dan banyak banget DVD bajakannya, sampai ditawarkan pedangang asongan di lampu merah.

Khusus untuk Suster Keramas, MUI Samarinda-lah yang paling heboh membicarakannya, tapi dampak publisitasnya cukup besar. Paling nggak stasiun TV menyiarkannya, serta berbagai situs di internet riuh membahasnya. Trailernya pun sudah 213.600 kali dilihat orang per hari ini. Jauh lebih sering ditonton dari pada misalnya Sang Pemimpi yang baru 55.000-an kali. Padahal Sang Pemimpi boleh dibilang film Indonesia paling ditunggu tahun ini. Tapi jumlah view trailernya di Youtube bicara lain.

Jadi, buat dua film terakhir ini, tampak jelas bahwa pelarangan edar hanya sekedar isu. Ujung-ujungnya malah beredar opini publik, isu pelarangan atau pencekalan itu sengaja dihembuskan agar khalayak jadi penasaran dan ujung-ujungnya film itu laris manis di pasaran.

Benarkah demikian? Saya tidak dalam posisi untuk menjawabnya, silakan Anda nilai sendiri dari penuhnya gedung bioskop untuk film-film yang (gosipnya) dicekal. Saya hanya kuatir, bila kedepannya para prosuder, publicist dan marketer film lalu ‘hobby’ dengan sengaja meniupkan isu pencekalan agar filmnya laris. Terutama bila filmnya melulu berisikan sekwildan dan bupati, sasaran empuk (juga secara harafiah) untuk isu pencekalan. Mudah-mudahan tidak terjadi ya, demi film Indonesia yang lebih baik.

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s