BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Suster Keramas Tanpa Adegan Keramas

1 Komentar

suster keramas

Film Suster Keramas yang konon dicekal MUI itu ternyata masih beredar dan semakin berkibar di bioskop-bioskop Jakarta. Terbukti waktu pemutaran tadi malam penontonnya padat merayap di jalur antrean meja tiket. Dan hampir semua cowok! Segala usia, tapi kebanyakan anak muda.

Kalau dilihat dari posternya sih ini film horor. Jadi mestinya enak ditonton bareng pasangan, biar ada yang dipegangin kalau jejeritan. *Halah!

Tapi dugaan ini salah besar! Setelah masuk dan duduk beberapa menit, ternyata lebih banyak adegan perempuan pamer body dari pada penampakan hantunya. Memang sih kisah dibuka dengan adegan Keke, mahasiswi yang lagi berdoa di makam ortunya, lalu diganggu arwah orang mati. Tapi adegan-adegan berikutnya melulu gambar-gambar sekwilda dan bupati (tau kan artinya? Ini akronim jadul banget).

Keke dan dua teman cowoknya nginep di sebuah vila di pedesaan. Lalu Keke menemukan tetangganya adalah pasangan sutradara dan artis film bokep. Plus adegan si suami merekam istrinya beradegan menggoda pakai lingerie dan basah-basahan dengan selang air. D’oh!

Lalu ada cewek Jepang datang ke desa itu untuk mencari suster Karmila. Dan mudah ditebak cewek Jepang yang konon bintang JAV ini lalu muncul dengan bikini, lingerie, buka baju di shower, mandi di air terjun tanpa bra, dan tidur dalam posisi aduhai serta diambil gambarnya dari sudut yang pas banget. Asli eksploitasi habis-habisan kemulusan tubuh Rin Sakuragi yang menurut saya kerempeng dan nggak seksi. Nggak tau deh menurut teman-teman cowok yang barengan nonton film ini.

Tak perlulah saya tulis komentar atas jalan ceritanya, atau aspek lain film ini. Kalau 30 menit pertama sudah full adegan komedi seronok, bisa Anda bayangkan sendiri sisa filmnya seperti apa. Lalu hantunya mana? Cuma muncul kadang-kadang, buat pantes-pantes doang. Pun sama sekali nggak serem. Malah salah seorang penonton berkomentar, hantunya jago break dance. Seorang teman cowok lain berkomentar, filmnya ‘kentang’… ahahaha….

Lalu, apakah perlu ditonton? Itu sih terserah Anda. Masih tayang kok di bioskop. Cuma kalau merasa rugi, jangan harap minta uang kembali. Dan kalau Anda lelaki, siap-siap menyelesaikan ‘kekentangan’ yang mungkin terjadi.

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

One thought on “Suster Keramas Tanpa Adegan Keramas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s