BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Gak Bisa atau Gak Mau?

Tinggalkan komentar

Baru saja selesai membaca note seorang kawan pria yang protes karena menurutnya kampanye ASI di Indonesia (Jakarta?) terlalu menyudutkan perempuan yang nggak sukses memberi ASI. Saya jadi ingat curhat seorang teman perempuan yang dimarahi dokter sekaligus konselor ASInya karena dia nggak bisa menyusui. Teman perempuan ini jadi agak trauma setiap kali mendengar istilah breastfeeding, menyusui dan sejenisnya, apalagi kalau mendengar nama sang dokter kondang itu disebut-sebut. Galak banget, katanya.

Syukurlah, Sabai kecil mendapat periode ASI eksklusif sampai umur 6 bulan, dan terus menyusu sampai umur 2 tahun. Tapi bukan karena saya supermom, sama sekali bukan. Lebih karena saya malas!

Flash back sedikit, sejak masih hamil udah pingin ngasih ASI karena saya malas mensterilkan botol dan dot bayi, malas bangun tengah malam untuk menyeduh susu formula, dan malas keluar uang banyak untuk beli susu formula yang makin hari makin mahal itu… Saya juga mikirnya natural aja kalau perempuan habis melahirkan lalu menyusui anaknya, sama seperti mamalia lain di dunia. Naif ya?

Baru belakangan saya tau kalau ASI adalah sumber nutrisi terlengkap dan imunitas terbaik buat bayi. Namun ternyata banyak perempuan yang sulit memberikan ASI, sehingga sampai ada kampanyenya segala, bahkan semakin gencar, sampai ada yang merasa terpojokkan. Memang apanya sih yang dikampanyekan? Agar para ibu MAU menyusui bayinya atau agar mereka BISA menyusui bayinya?

Setelah tau ternyata ASI itu baik, saya merasa perlu melawan rasa malas saya. Pas mulai masuk kerja lagi, harus bawa breast pump, memompa, melabeli deretan botol-botol kaca mungil berisi ASI dengan catatan jam dan tanggal pemerahan, nyimpen di kulkas atau nyari es batu kalo pas di lapangan, bawa pulang pake cool box etc. Huhuhu… kalo berkegiatan di luar kantor pun kudu rajin2 mengamati sekeliling, nyari mushalla dan pojokan2 sepi yang aman buat mompa.

Paling berat kalo mesti traveling ke daerah-daerah terpencil yang ga ada kulkas atau malah belum terjangkau PLN, jadi ga ada es batu juga. Seperti pas ke pulau Saponda di Sulawesi Tenggara. Ibu Han, pemilik rumah tempat saya numpang mandi karena beliau punya kamar mandi indoor, juga punya kulkas. Tapi kulkasnya gak pernah nyala, sebab pulau itu belum terjangkau PLN!

Jadi setelah saya memompa ASI di rumah ibu Han, saya bingung… mau saya apain tuh segelas ASI yang tertampung? Mau disimpen ga ada kulkas. Masa dibuang? Sayang doooong… mompanya aja lama, udah gitu sakit pulak! Jadi ya saya minum deh… itung2 biar tubuh saya gak gampang sakit juga toh!

Nah, di negeri Ngerumpi ini kan banyak calon ibu & calon bapak, menurut saya sasaran kampanye ASi nggak melulu pada ibu hamil dan yang baru melahirkan, tapi juga pada pengantin baru… Nggak cuma ke perempuannya, tapi juga ke sang lelaki, karena dukungan suami sangat diperlukan. Jadi sejak jauh2 hari sebelum punya anak udah diajak dan digelitik mindsetnya agar nanti MAU menyusui anaknya. Kalo udah MAU, baru dikasih tau gimana caranya biar BISA melakukannya dengan benar. Bukan begitu?

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s