BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

10 Juta Demi Pipi Montok

14 Komentar

“10 Juta menguap gitu aja!”

Itu adalah SMS dari ibu saya yang tinggal di Papua kemarin pagi. Saya pun terserang panic attack tingkat ringan karena mengira beliau kemalingan. Lalu saya tanya, “Ilang dimana?”. Tak disangka, beginilah jawaban ibunda: “Ilang di kantongi dokter! Lah pipiku kempot peyot meneh, ra ono bedane babar blas!” (Pipiku kembali kempot, nggak ada bedanya sama sekali!)

Ibu dan anak saya pas di India

Ibu dan anak saya pas di India

Oalaaah… rupanya beliau tengah menyesali hasil suntik lemak yang dilakukannya saat berkunjung ke Jakarta pekan lalu. Ceritanya, ibu saya di usianya yang ke-59 tahun merasa pipinya kempot-peyot, sehingga perlu dipermak. Pergilah beliau ke salah satu klinik kecantikan ternama di Radio Dalam, sendirian. Sang dokter memeriksa ibu saya dan menyarankan prosedur fat transfer cheek augmentation alias sedot-suntik lemak. Jadi, lemak di bagian perut/paha disedot secukupnya lalu disuntikkan di pipi. *glek*

Okay, sampai di sini saja saya cukup ngeri membayangkan prosedurnya. Seandainya saya nggak harus kerja dan bisa menemani ibu, pasti sudah saya stop dan saya ajak beliau jalan-jalan ke mall aja dari pada disuntik lemak, meskipun itu lemak dari badannya sendiri. Tapi beliau memang dari dulu orangnya spontan, kalau sudah punya mau ya dijalankan.

Lalu dimulailah prosedur itu. Pak dokter sempat kesulitan mencari lemak di perut ibu, karena memang beliau kuyuuuus yus! Namun setelah berhasil suntik lemaknya, dalam hitungan jam pipi ibu sudah montok persis seperti keinginannya. Ibu pun bahagia. Saya? Well… mixed feeling. Saya sebenarnya nggak setuju tapi ibu dari dulu terbiasa mengambil sendiri keputusan dalam hidupnya, jadi pendapat saya nggak ngaruh banyak. Saya coba liat sisi positifnya, ikut seneng liat ibu seneng. Ya toh?

Tiga hari berlalu. Ibu masih di rumah saya tapi sudah mau pulang ke Papua. Sambil bercermin, ibu curhat kalau pipinya kok agak kempes ya? Oooh.. mungkin waktu itu masih ada pengaruh anastesi-nya jadi montok banget, jawab saya. “Lagi pula, dengan kondisi agak kempes gini malah terlihat natural tapi masih kenceng kok…” imbuh saya, jujur sekaligus menghibur.

Seminggu berlalu. Ibu sudah pulang ke kotanya. Dan datanglah SMS itu. Beliau menyesal menyuntik pipinya… Saya menjawab SMSnya dengan “Mending uangnya dibeliin blackberry, dapat dua” karena ibu memang pengin punya BB. Jawaban yang kemudian agak saya sesali, karena kesannya kok saya tega ya?

Ibu saya membalas begini: “Iya, aku nggak mau neko-neko lagi..”

Nyeeess… ada segores rasa ngilu di dada saya. Itu persis ucapan saya belasan tahun lalu, saat saya dimarahi ibu karena pergi main sepulang sekolah sampai malam dan dicari-cari ibu sepanjang hari. Apa ibu dibeliin BB aja ya biar agak terhibur? *mikir*

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

14 thoughts on “10 Juta Demi Pipi Montok

  1. Keren ibumu berani. Jarang lho, ada orang tua yang di usianya mau operasi begituan. Beliin aja BB kak, beliin.

  2. oh sekarang aku tau dari mana gaya santai dan spontanmu itu, Kak! 😆
    *sungkem sama Ibu-nya Kakak Sabai*

  3. tuntut aja mbak Tika klinik kecantikannya… dapet garansi ga sih??

  4. Ibumu pemberani yo mbak. Datang ke dokter sendiri dan konsultasi lalu langsung ambil decision. Untuk sekadar melongok berita artis Korea silahkan longok http://www.korea-korean.com

  5. Oyaampuuuuunnn.. 10 juta. Bisa buat beli tablet. 😀

  6. OOT… Mamanya masih terlihat sehat dan bugar ya mbak 🙂 Apalagi pake ransel gitu, huihh kesannya gagah gitu 🙂

    • Hahaha… thanks. Mama saya mmg selalu segar dan bugar kalau pas jalan-jalan, senengnya pakai ransel biar tangannya bebas bergaya saat difoto 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s