BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Nyaris Gila Karena NPWP

Tinggalkan komentar

Untuk pertama kalinya saya mencoba, masih taraf mencoba, untuk percaya pada Dirjen Pajak, dengan mendaftarkan diri untuk mendapat NPWP secara online. Bukan berarti saya sudah percaya bahwa duit pajak rakyat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200 juta jiwa ini tidak akan dikorupsi. Tapi semata-mata demi mendapatkan janji bebas fiskal saat ke luar negeri setelah punya NPWP.

Nah, setelah membuka website pajak.go.id dan mengikuti linknya, saya diharuskan menjawab sederet pertanyaan. Secara umum sih diminta mengisi data standar, kecuali satu.

Saya harus memilih pekerjaan saya sebagai:
a. cabang (whatever that means!)
b. tunggal (tunggal putra atau tunggal putri? hehehe..)
c. istri
d. orang pribadi tertentu
e. karyawan yang tidak melakukan pekerjaan bebas (apa siiih? maksudnya karyawan yg nggak side job?? Ya kalopun side job nggak ngaku secara terbuka kali!! Asal gak ganggu pekerjaan utamanya aja)

Karena saya merasa punya suami, ya saya klik “istri” aja. Eh, disuruh masukin NPWP suami! Lah, kalo suami belum punya NPWP juga?

Mengisi ‘cabang’ atau ‘tunggal’ juga harus ngisi NPWP badan lain… tanpa ada penjelasan memadai badan lain yang dimaksud ini apa dan kenapa harus begitu! Form yang benar-benar aneh!

Setelah semua kolom saya isi, maka saya submit dong… tradaaaa… Terbukalah halaman web dengan tulisan yang makin bikin saya bengong:

“Terima kasih, Anda telah mendaftar sebagai Wajib Pajak Pribadi.
Harap mengirimkan Formulir Pendaftaran dan SKT Sementara
beserta persyaratannya ke KPP tempat Wajib Pajak
mendaftarkan diri dengan menggunakan Pos atau jasa pengiriman lainnya
untuk mendapatkan Kartu NPWP dan Surat Keterangan Terdaftar yang asli.”

WTF?!?!?!? Bukannya tujuan mendaftar online adalah biar nggak perlu pen and paper, nggak perlu mengisi dan mengirim-ngirim apapun VIA POS!??

Kalau masih harus nge-print dan ngirim via pos sih sama aja dengan cara konvensional alias oldskul!!!

Belum lagi istilah2nya: SKT Sementara beserta persyaratannya, KPP…. Dasyaaat!!!
Pembuat web site dirjen Pajak ini gila kali yaaa… dia pikir semua orang ngerti istilah2 mereka. Pelawak aja kalo lawakannya hanya dimengerti kalangan mereka sendiri, pasti ditinggal penonton!

Dengan prosedur yang rumit dan redundant serta isitilah2 tidak populer macam ini, gimana dirjen pajak berharap bisa merangkul banyak calon wajib pajak? Pantes aja banyak WNI malas berurusan sama pajak. Selain nggak percaya uangnya digunakan untuk kemakmuran rakyat, juga prosedur dari awalnya aja udah rumit dan ngeselin banget. Semoga Tuhan memberkati kalian semua di dirjen Pajak…

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s